Sabtu, 16 April 2011

Bajak Laut Somalia, Lagi-Membajak Kapal Kargo Berbendera Indonesia-MV Sinar Kudus

Lagi, kapal cargo dibajak diperairan Somalia, oleh pembajak Somalia. Kali ini menimpa kapal berbendera Indonesia. Di antara para pembajak, ternyata ada juga anak di bawah umur. Penampilan para pembajak ini, tidak seperti yang digambarkan dalam film-film, mereka tidak garang dan tidak bermata satu. Mereka kurus, tidak beralas kaki, tetapi tetap mengerikan, karena memegang senjata api. Beberapa kapal dari beberapa negara, pernah menjadi korban para pembajak Somalia, yang selalu meminta uang tebusan. Antara lain Jerman, Australia, Rusia, Amerika, Belanda dan cara negara menyelesaikan drama pembajakan ini pilihannya hanya 2 : pendekatan militer artinya menyerang pembajak dengan bantuan militer atau negosiasi mengenai uang tebusan. Ternyata, pendekatan militer, tidak pernah menyelesaikan kasus pembajakan. Walaupun sudah banyak pembajak yang mati atau ditangkap hidup-hidup dan diberi hukuman, drama pembajakan terus berulang dan terjadi. Lantas apa yang salah? Apa yang terjadi dengan Somalia? Mengapa mereka harus membajak kapal untuk menyambung hidup? Inilah potret 'negara gagal', negara gagal dalam melindungi rakyatnya, gagal memberi kesejahteraan..gagal mengatur tata hukum dalam negara. Ternyata, 'negara gagal' pun menjadi ancaman bagi keamanan dunia..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar