Jumat, 30 April 2010

Gara-Gara Memberi Salam dengan Menunduk, Obama Dikecam Rakyat Amerika


Foto-foto Presiden AS Barack Obama sewaktu bertemu Kaisar Jepang tengah menjadi pembahasan di Amerika. Sebab saat bersalaman dengan Kaisar Akihito, Obama menunduk hormat.

Tak ayal, sikap Obama itu menuai kritikan di AS. Acara-acara talk show politik telah berulang kali menayangkan momen tersebut. Menurut para pengkritik, Obama seharusnya berdiri tegak saat mewakili Amerika di luar negeri.

"Saya tidak tahu kenapa Presiden Obama berpikir itu pantas. Mungkin dia pikir itu akan bagus di Jepang. Tapi tidak pantas bagi seorang presiden Amerika untuk menunduk di depan orang asing," cetus kritikus William Kristol di acara Fox News Sunday seperti dilansir kantor berita AFP, Selasa (17/11/2009).

Bahkan menurutnya, sikap Obama itu menunjukkan AS telah menjadi lemah dan terlalu segan di bawah pemerintahan Obama.

"Itu buruk. Saya tak ingin melihatnya," kata kritikus Bill Bennett di program "State of the Union" di stasiun televisi CNN.

Para kritikus konservatif bahkan membandingkan foto Obama yang menunduk tersebut dengan mantan Wakil Presiden AS Dick Cheney pada tahun 2007 di Jepang. Saat itu Cheney menyalami Kaisar Jepang dengan jabatan tangan erat namun tidak menunduk.

Ternyata, niat baik tidak selalu disambut baik. Maksud Obama, dimana bumi dipijak di situ langit dijunjung, tidak mendapat tempat di hati rakyatnya!! Oh, repotnya jadi presiden Amerika....!

Tawuran di Parlemen Ukraina


Insiden memalukan menimpa parlemen Ukraina. Di tengah suatu rapat, sejumlah anggota parlemen terlibat adu jotos. Suasana sudah sangat semrawut setelah ruang sidang dilempari dengan bom asap dan telur mentah.

Tawuran itu berlangsung dalam rapat Selasa, 27 April 2010, saat parlemen membahas rancangan undang-undang (RUU) yang memungkinkan tetangga Ukraina, Rusia, memperpanjang sewa lahan yang dijadikan pangkalan angkatan laut Rusia hingga 2042. Sebagai imbalan, Ukraina mendapat pasokan gas alam dengan harga yang murah dari Rusia.

Namun, kesepakatan itu mendapat penolakan dari sejumlah anggota parlemen Ukraina yang pro-Barat. Mereka merasa kesepakatan itu menunjukkan bahwa Ukraina masih takut dengan Rusia - yang dulu memerintah negara mereka dengan bendera Uni Soviet.

Maka, sebagai perlawanan atas kesepakatan itu, para anggota kubu nasionalis melakukan tindakan konyol. Mereka melempari Ketua Parlemen, Volodymyr Lytvyn, dengan beberapa butir telur ketika akan membuka sidang.

Sidang tetap berlangsung kendati Lytvyn memimpin di balik dua buah payung yang disediakan para pengawal sebagai tameng dari lemparan telur. Para oposan tidak mau menyerah, mereka langsung membentangkan bendera Ukraina di atas deretan kursi, pertanda mereka tidak sudi ikut pemungutan suara (abstain) untuk mengesahkan RUU baru.

Baru berjalan tujuh menit, sidang kemudian diganggu oleh lemparan bom asap oleh wakil rakyat yang tidak bertanggungjawab. Suasana sidang pun kacau karena kemudian berlanjut dengan aksi baku hantam dari kedua kubu.

Pertempuran itu langsung menjadi sorotan para juru foto dan kru kamera televisi yang meliput sidang. Kelompok oposisi mengaku bahwa seorang wakil mereka terpaksa dilarikan ke rumah sakit akibat tawuran itu.

Setali tiga uang dengan anggota parlemen kita...Wah,wah!

Abu Vulkanik Eyjafjallajokull Menyebabkan Ribuan Orang Stress di Bandara

Semburan abu vulkanik di pusat letusan gunung api di gletser Eyjafjallajokull, Eslandia, sudah berkurang, tetapi dampak buruknya masih terasa. Sekali pun sebagian kecil bandara serta penerbangan domestic dan lintas benua dari dan ke Eropa mulai beroperasi, ribuan orang masih terlantar di bandara di berbagai belahan dunia.

Benedikt Auer, mahasiswa teknik Jerman, terpaksa tidur di lantai bandara Internasional Benito Juarez, Mexico City. Dia gelisah dan stress karena penerbangan dari kota itu ke Jerman belum dibuka. Hari Jum’at tesis sarjanany harus ditandatangani. Jika tidak, dia harus mengulang satu semester lagi. Berbicara tentang Jerman, kita harus tepat waktu, dan bencana ini benar-benar mimpi buruk!

Nasib Andrew dan Debbie Jackman, warga Inggris, tidak jauh beda. Ketika hendak kembali dari liburan bersama dua putranya di Australia, mereka mendapati penerbangan Qantas dari Sydney ke Inggris dibatalkan, Jum’at. Mereka terpaksa kembali ke hotel, mengeluarkan uang 150 Australian $ atau setara 138 US $ untuk biaya hotel semalam lagi sambil menunggu penerbangan esok hari. Qantas kemudian membatalkan lagi penerbangan Sydney – Inggris hari Sabtu. Andrew dan keluarganya kembali ke hotel, tetapi tariff hotel sudah 350 Australian $. Andrew dan Debbie terpukul, untuk bisa ke Australia saja mereka harus menabung selama dua tahun lebih.

Francois Bronche, ahli filsafat dan sastra dari Nimes, Perancis, juga gelisah ketika pesawat yang membawanya pulang dari Narita, Jepang belum juga beroperasi. Padahal uang ditangannya tinggal tersisa 30.000 yen atau setara dengan 30 US$.

Wisatawan lain, Tom Napier, warga AS, mencemaskan gajinya hilang. Ia tertahan di bandara Oslo, mengatakan jika gajinya bisa dipotong atau mungkin hilang. Guru sejarah ini sudah alpa tujuh hari tidak mengajar.

Laga Liga Champion yang diwarnai abu vulkanik, ternyata juga memberikan keuntungan tersendiri bagi Inter Milan, setelah tim lawan harus bersusah payah menempuh perjalanan darat selama lebih kurang 15 jam.

Kisah sedih lainnya, akibat abu vulkanik Eslandia yang mengganggu penerbangan ke dan dari Eropa juga dialami ribuan penumpang lainnya dari berbagai belahan dunia, di berbagai negara. Di bandara, mereka hanya bertahan dengan makan biskuit, kerupuk serta air mineral. Ada juga yang sampai jatuh sakit.

Hmmm…ya, bencana…kita tidak pernah tahu kapan akan muncul…Dan kalau muncul, benar-benar kita tak berdaya…hanya bisa pasrah, akan apa yang akan terjadi selanjutnya…!!

abu vulkanik berbahaya bagi penerbangan


Tidur di Bandara

Puisi Hari Ini : Layang-Layang

layang-layang,
akulah si layang-layang,
badanku ringkih,
mudah terkoyak,
hidupku di seutas benang,
ditarik ...diulur...
kemudian ditarik dan diulur lagi,
tuan-ku si pengendali,
sahabatku sang angin,
bersamanya aku menari-nari di angkasa,
layang-layang, itulah aku
terjerat di antara tali,
tali-ku putus dan aku bebas,
angin membawaku pergi,
'..bawalah aku angin..jangan biarkan aku jatuh ke bumi!'
aku ingin terbang tinggi,
lebih tinggi dari awan...
meninggalkan tuanku si pengendali,
aku ingin terbang tinggi,
tinggi...tinggi...dan lebih tinggi lagi...

Rabu, 28 April 2010

Ujian Nasional : Antara Yes dan No...Pro dan Kontra


Ujian Nasional : Antara Yes dan No...Pro dan Kontra
Baru dua hari yang lalu, 26-April-2010, siswa SMA mendapatkan pengumuman kelulusan! Ada yang tersenyum karena gembira,setelah dinyatakan LULUs. Ada yang menangis, karena GAGAL. Ups!
Ujian Nasional selalu menjadi momok bagi para siswa. Ujian Nasional sebagai satu-satunya saringan kelulusan diprotes banyak pihak. Tuntutan para siswa dan wali murid yang menolak Ujian Nasional sebagai satu-satunya syarat kelulusan terhadap Menteri Pendidikan periode 2004 - 2009 dimenangkan oleh pengadilan, namun Menteri Pendidikan periode 2009 - 2014 tetap melangsungkan Ujian Nasional di tahun 2010.

Tahun ini angka kelulusan Ujian Nasional rata-rata mengalami penurunan. Menariknya, menurut Menteri Pendidikan kita, fakta tersebut merupakan indikator meningkatnya kejujuran para siswa peserta Ujian Nasional.

Ujian Nasional sebagai satu-satunya syarat kelulusan tentu tidak adil. Pertama, karena sarana pendidikan yang tidak merata di wilayah Indonesia, misalnya sarana di Jakarta dengan di Irian Barat (Papua). Kedua, karena hal tersebut tidak menghargai proses. lantas apa gunanya ujian lokal semacam Ujian Mid Semester, Ujian Semester ?!. Juga mau dikemanakan nilai harian dari seorang guru terhadap murid-muridnya ? Seolah-olah pihak luar sekolah lebih tahu, sehingga lebih bisa menilai siswa suatu sekolah, dibandingkan guru yang setiap hari belajar dengan para siswa ? Bagaimana dengan tingkat kehadiran mereka di sekolah selama tiga tahun? Apakah itu tidak menjadi pertimbangan? Jika hanya hasil akhir yang dijadikan patokan dan bukan prosesnya, hasil akhir selama selama tiga hari untuk 3 tahun, apa gunanya proses belajar mengajar? Lebih baik siswa cukup belajar membahas soal-soal ujian saja jika demikian...!!

Sebaiknya UN tidak dijadikan satu-satunya syarat kelulusan. Syarat lain yang menghargai proses pembelajaran selama beberapa tahun itu seharusnya disertakan. Misalnya nilai Ulangan Harian, Ujian Mid Semester dan Semester, serta penilaian dari Guru. Dengan demikian, para guru juga akan memiliki tanggung jawab terhadap kelulusan siswanya.

Intinya adalah himbauan kepada Menteri Pendidikan sebagai penanggungjawab untuk tidak menjadikan para siswa sebagai kelinci percobaan. Himbauan agar penanggungjawab pendidikan kita tidak membuat kebijakan yang membebani siswa, tanpa output yang signifikan bagi pendidikan itu sendiri.

Aha! Ada Closet Bikin Grrr...!

Jangan malu-malu...hahaha! Apa gak kaget kalau mau buang air kecil atau besar, closet-nya seperti ini. Jangan-jangan ada kamera lagi..!

Puisi Hari Ini : Sunyi


Puisi hari ini :
SUNYI
akhirnya kita tidak bicara…
tidak ada kata yang perlu diucap..
tidak ada cinta yang perlu diungkap..
mungkin lidah kita telah kelu..
mungkin hati kita telah kaku..
jarak telah menghapus jejak kita..
menghilang bersama kabut..
waktu berlalu membingkai kenangan..
kembali pada kesunyian..