Selasa, 25 Mei 2010

Buat Rumah dari Bekas Gudang Gandum









Ada-ada saja idenya. Buat rumah dari bekas gudang gandum? Kenapa tidak? Ternyata bisa cantik juga...! Lihat kemewahan bagian dalam rumahnya...! Ckkkkk....!

Ada Anak Gajah Warna-Warni, Pawai di Trafalgar Square-London, Inggris






Ada Anak Gajah Warna-Warni Parade di Trafalgar Square

Di antara gajah-gajah itu ada hasil karya Williamson terdiri dari kilau warna pelangi , dan karya seni Hilfiger's dicat merah tebal ala mohican dan di dahinya dihiasi dedaunan.

Gajah oleh Paul Smith mengikuti mode berpakaian dalam warna pastel dan ditandatangani oleh desainer pada lutut nya.

Karya seni tinggi ini akan dipamerkan di sejumlah landmark London termasuk Buckingham Palace, Parliament Square dan Bank Selatan selama beberapa bulan mendatang, sebelum dilelang untuk meningkatkan £ 2million untuk amal.

Uang itu akan membantu Keluarga amal Gajah dan lebih dari 15 badan amal Inggris bekerja untuk konservasi di Asia.

Gajah tanpa nama juga ada, mereka menghiasi gajahnya dengan sarung tangan tinju, mewakili Partai Demokrat Liberal, Partai Buruh dan Konservatif.

Playing for Time...Bermain untuk Waktu

Kamis, 20 Mei 2010

Seni : Indahnya Pahatan Keju









keju yang lunak,
pasir yang rapuh,
balok es yang mudah pecah,
sayur-sayuran yang berwarna warni,
apa pun medianya, manusia selalu memiliki imajinasi..

Puisi : Cerita Sebuah Kursi

Cerita Sebuah Kursi

sebuah kursi terpaku di jalan sepi,
teduh di bawah rimbunan daun,
entah siapa yang dinanti...!
Waktu berlalu,
hari telah berganti,
daun kembali putih,
sebuah kursi tetap setia menanti di jalan sepi,
entah siapa yang singgah...,
seorang pengembara lelah?
mereka yang tersesat dalam sunyi?
....
mungkinkah mereka hanya sekedar duduk,
bicara atau hanya diam kemudian pergi...?
Atau mungkin mereka sempat tertidur dan bermimpi
ketika angin berhembus lembut,
daun-daun gemerincing menari di tengah ke-lelap-an...,
....
waktu terus berjalan,
seperti jantung yang terus berdetak,
dalam sunyi...!

Minggu, 16 Mei 2010

Kisah Sedih dibalik Senyum Ceria Zakumi

Kisah Sedih dibalik Senyum Ceria Zakumi

DI BALIK kemeriahannya, Zakumi, maskot Piala Dunia 2010, seakan belum bisa
membuat para pembuat nya tertawa atau setidaknya tersenyum. Pasalnya, Cosatu, kongres serikat buruh Afrika Selatan, mengemukakan bahwa Zakumi dibuat di Cina dengan mengeksploitasi habis-habisan para pekerjanya.

News of The World (NoW), tabloid mingguan Inggris, menyebutkan para pekerja pabrik yang membuat Zakumi hanya dibayar sekitar US $ 3 atau Rp 28.000 per hari. Kita bisa membelinya dengan mudah tapi mereka (pekerja pabrik) baru bisa membeli satu Zakumi setelah bekerja selama dua minggu. Para pekerja di pabrik tersebut kebanyakan adalah anak muda. Pesta yang meriah, tetapi kenapa selalu saja ada orang yang harus dieksploitasi tenaganya, keringatnya...

ZAKUMI, Nama Maskot di Piala Dunia 2010






Zakumi, demikian namanya. Sedikit berbeda dengan macan tutul yang banyak ditemui di tanah Afrika, Zakumi memiliki warna rambut hijau yang mengambarkan hutan atau padang rumput tropis yang membentang di Afrika. Dengan tubuh yang dipenuhi bintik-bintik. Tanpa perlu diragukan, Zakumi sangat bangga menjadi maskot resmi dan bertekad menjadi tuan rumah terbaik bagi semua orang yang datang ke Afrika. Dia melambangkan Afrika Selatan khususnya, dan Benua Afrika pada umumnya, melalui kepercayaan diri, kebanggaan, keramahan, keterampilan sosial, dan sikap hangat. Zakumi digambarkan sebagai sosok periang, percaya diri, petualang, spontan, dan sebenarnya cukup cerdas.

Yang terpenting, Zakumi sangat mencintai sepakbola seperti halnya dia terhubung dengan banyak orang dan memecahkan keheningan. Dia selalu membawa bola kemana pun pergi dan mengundang orang-orang yang ditemuinya untuk bermain bersama. Zakumi memang seakan memiliki tenaga yang tanpa batas saat menghibur orang-orang. Namun demikian, dia tetap-lah membutuhkan istirahat. Kadang kala, Zakumi tiba-tiba tertidur saat berada di atas panggung dan beraksi. Tapi jangan takut, Zakumi hanya butuh waktu sebentar untuk kembali pulih. Dalam hitungan detik, dia sudah kembali seperti sedia kala dan siap membuat orang-orang tertawa gembira.
Nama Zakumi muncul bukan tanpa alasan. Za berarti Afrika Selatan dan Kumi dapat diterjemahkan sepuluh dalam berbagai bahasa di Afrika. Prioritas utama Zakumi adalah menghidupkan Piala Dunia 2010 Afrika Selatan menjadi satu perhelatan akbar, menyenangkan, dan tak terlupakan.

Zakumi ingin menciptakan suasana hati yang baik bagi para penggemar dan meningkatkan kegembiraan Piala Dunia 2010 FIFA, yang pertama di tanah Afrika. Dia adalah kebanggaan masyarakat Afrika Selatan dan ingin memastikan bahwa dunia akan berkumpul di Afrika Selatan.
See More

Jumat, 14 Mei 2010

JABULANI-Bola ke-11 Adidas di Piala Dunia





Jabulani adalah bola ke-sebelas yang diproduksi oleh Adidas untuk piala dunia, ke-sepuluh bola lainnya adalah :The Telstar (World Cup 1970), The Telstar Durlast (World Cup 1974), The Tango (World Cup 1978), The Espana (World Cup 1982), Azteca (World Cup 1986), Etusco Unico (World Cup 1990), Questra (World Cup 1994), Tricolore (Worl...d Cup 1998), Fevernova (World Cup 2002) and the Adidas Teamgeist (World Cup 2006).

Siapa yang Bekerja Keras?


Pagi sudah berlalu. Tapi sarapanku belum lagi habis. Ya, pikiranku sedang melayang layang ke masa-masa dulu. Tiba-tiba saja aku jadi tersenyum-senyum sendiri, seolah ada cerita lucu yang menari-nari dalam benakku!

Ah, aku jadi teringat dengan seorang teman. Dia cukup pintar, enerjik, tetapi seringkali kurang beruntung! Suatu kali, kami pernah diberi tugas oleh dosen. Hanya berupa soal tanya jawab, tapi cukup pusing jika tidak mengerti! Waktu yang diberikan lebih kurang satu minggu! Beberapa teman ada yang mengerjakannya dengan membentuk kelompok belajar, ada juga yang tidak. Dan saya sendiri membentuk kelompok belajar dengan teman saya ini, bahkan mengerjakannya sampai larut malam…begadang, itu istilahnya! Tinggal nanti kuliah, mata pasti agak mengantuk! Tapi demi tugas, tak apalah!

Tiba hari pengumpulan tugas, banyak teman ternyata pagi-pagi sekali sudah datang! Bukan ingin mengumpul tugas duluan, tetapi agar punya waktu menyalin jawaban tugas dari teman lain. Jawaban tugas dari teman saya inilah yang paling ditunggu!

Akhirnya teman saya datang juga, dan mereka pun langsung menghampiri untuk menyalin. Karena seorang pemikir, di kertas tugasnya banyak sekali coretan-coretan hasil pengerjaan soal tanya-jawab! Dan teman yang hanya menyalin tanpa harus ikut berpikir, jelas tidak akan menyalin coretan-coretan tersebut, dan hanya menyalin yang perlu-perlu saja, sehingga hasil tugas mereka terlihat lebih rapih dan meyakinkan!

Saatnya kumpul! Selang beberapa hari kemudian, nilai tugas pun keluar. Wah, wah! Teman-teman yang tinggal menyalin tadi semuanya dapat A, sedangkan si pemikir hanya dapat C….hahaha!

Dunia memang tidak adil. Dosen tidak pernah tahu siapa yang bekerja keras dan siapa yang tidak! Karena hanya melihat hasil akhir, yang rapih jelas mendapat nilai lebih baik dari pada yang banyak coretan. Atau mungkin juga, Dosen berpikir sebaliknya, banyak coretan adalah yang mencontek ! Seperti kue coklat yang tampak bagus dan enak disantap….tidak ada yang tahu bagaimana proses kue itu dibuat!

Nama Bola-nya JABULANI



Piala Dunia 2010 di Afrika Selatan, 11 Juni-11 Juli, kali ini bakal menghadirkan tontonan yang lebih seru. Diprediksi banyak gol spektakuler yang terjadi, dan bakal lebih banyak permainan ajaib mengolah si-kulit bundar. Ini bukan hanya karena kualitas individu pemain sangat tinggi, tetapi juga ditunjang teknologi bola yang memang semakin canggih! Bola dibikin lebih ringan, lebih bisa menuruti keinginan si empunya, dan lebih tahan cuaca.

Adidas telah mengeluarkan bola resmi ber-nama ‘Jabulani’ sebagai bola resmi Piala Dunia 2010.

‘Jabulani’ diklaim memiliki keungulan stabil di udara dan mudah dikontrol. Sama seperti bola-bola Piala Dunia sebelumnya, ‘Jabulani’ juga memiliki warna-warna khas dari negara tuan rumah.

Sekilas bola itu hanya memiliki warna putih hitam dan kuning, tetapi jika dilihat lebih detail ada sebelas warna yang melambangkan sebelas bahasa dan sebelas komunitas di Afrika Selatan serta menggambarkan satu tim sepak bola.
‘Jabulani’ sendiri berarti perayaan dalam bahasa isiZulu, salah satu bahasa yang digunakan di Afrika Selatan.

Dengan bola itu diharapkan Piala Dunia ke-19 itu akan meriah dengan keberadaan para fans sepak bola dunia yang akan merayakan pagelaran pesta sepak bola empat tahunan itu.
Menurut pembuatnya, ‘Jabulani’ adalah bola paling bulat yang pernah ada yang terdiri dari delapan panel spesial.

Bola Piala Dunia edisi ke-16 dari Adidas ini menerapkan teknologi Grip 'n Groove yang mampu membuat bola stabil di udara dan dapat dikontrol dengan mudah di segala kondisi. Jabulani memiliki efek futuristik dan daya cengkeram lebih baik. Hasil test menunjukan fakta bahwa Jabulani tidak terpengaruh oleh cuaca dan ketinggian wilayah. Padahal biasanya, laju bola sangat terpengaruh oleh kedua faktor ini. Hail studi adidas menyingkapkan bola biasa bisa melaju lebih cepat 5% di daerah dataran tinggi. Hal lainnya, bola biasa juga sangat terpengaruh oleh hujan. Bola yang didominasi bahan dasar dari kulit akan terasa sangat berat jika dibasahi air hujan. Pada era 1970-80an, para pemain harus mengerahkan tenaga ekstra setiap kali bertanding dalam siraman hujan!

Sejumlah pemain sepak bola dunia, seperti Kaka, Michael Ballack, Xabi Alonso sudah mencoba bola baru ini dan memujinya sebagai bola yang sempurna.

‘Jabulani’ diresmikan sebagai bola Piala Dunia oleh presiden FIFA, Sepp Blatter, pada saat drawing Piala Dunia 2010 di Cape Town.

Satu Hati Pergi

Puisiku hari ini :

satu hati telah pergi,
beranda-ku kini sunyi,
tiada lagi tawa,
tiada lagi canda,
tiada lagi desah,
tiada lagi rindu...
bahkan pelangi pun tak tampak lagi warna...

satu hati telah pergi,
di pagi yang sepi,
berlayar ke laut lepas,
ombak mengalun perlahan,
angin bertiup enggan,
layar tak terkembang,
...
satu hati telah pergi,
mungkinkah ia kembali..?
memberi warna pelangi...!

Senin, 10 Mei 2010

LAMBORGHINI - MADURA

Lamborghini Madura, berasal dari tradisi Karapan Sapi di Pulau Madura

Kecintaan Ferruccio Lamborghini pada hewan banteng bukan rahasia lagi. Bahkan, identitas dasar produk Lamborghini selalu di sekitar ini hewan yang tangguh ini. Sekarang Indonesia dapat bangga karena salah satu nama pulau di negara ini diputuskan menjadi nama salah satu produk Lamborghini. Direncanakan hadir di tahun 2016, dan gambar akan dirilis tahun depan. Ya, produk baru Lamborghini bernama Madura Lamborghini.

Sepanjang sejarah Lamborghini, nama-nama produk pabrikan Italia selalu sekitar hewan favorit Ferruccio. Lamborghini juga berbintang Taurus. Miura adalah jenis banteng Spanyol yang digunakan untuk acara adu banteng dengan matador, sementara Espada adalah bahasa Spanyol untuk pedang, yang juga mengacu pada matador tunggal, tradisi itu berlanjut sampai Islero, Jarama, Urraco, Jalpa, Diablo, Murci lago, Gallardo, dan Revent n. Hanya ada dua nama dalam lini produk Lamborghini yang tidak mengikuti tradisi yaitu: Countach dan Silhouette. Dan alasan mengapa Madura dibawa ke sebuah produk baru jelas karena tradisi Lamborghini, karapan SAPI (Bull Race).
Menariknya, Lamborghini tampaknya juga mulai menjaga lingkungan karena Lamborghini Madura ini dilaporkan akan menjadi mobil pertama Lamborghini yang ramah lingkungan, mobil hibrida!





Sabtu, 08 Mei 2010

Antara Max dan Minke ada Aku dan Rika



Menulis kembali tentang "Max Havelaar", mengingatkan saya akan seorang teman karib yang kini telah tiada, Rika Vandayana. Rika sangat memfavoritkan buku Max Havelaar, sampai-sampai dia menjuluki dirinya sebagai "Max" atau "Multatuli", sementara saya sangat memfavoritkan buku Trilogi-nya Pramudya Ananta Toer, dan menjuluki diri saya sebagai "Minke" tokoh yang ada dalam buku tersebut. Dan jadilah kami masing-masing memanggil dengan julukan Max dan Minke.
Rika dan saya berteman sejak kelas dua sekolah menengah pertama, saat itu saya adalah murid baru, pindahan dari kota Bandung. Banyak yang menjadi akrab dengan saya, tetapi Rika-lah yang paling karib. Bahkan hingga orang tuanya sangat baik pada saya. Kami selalu pulang sekolah sama-sama, dengan kendaraan umum karena arah yang dituju sama, tetapi rumah saya letaknya lebih jauh, jadi Rika sampai lebih dahulu. Kadang-kadang jika hari libur, Rika meminta saya untuk bermalam di rumahnya, atau menemaninya membeli kado ulang tahun, atau belanja yang lain. Sampai akhirnya tamat sekolah menengah pertama, kami harus berpisah karena masing-masing dari kami memilih Sekolah menengah atas yang berbeda. Tetapi persahabatan tetap berjalan.
Hingga suatu hari, ketika libur lebaran Rika mampir ke rumah dan mengajak saya berlibur dan merayakan hari raya Idul Fitri di rumah neneknya, di Curug, dekat dengan Propinsi Bengkulu. Kedua orang tuanya pun datang meminta izin orang tua saya. Dan saya pun tidak bisa menolak. Lantas kami pun pergi dalam rombongan terpisah dengan kendaraan pribadi. Saat itu saya ingat, lagi pesta sepak bola dunia dan Rika menjagokan Italy sebagai juara dunia, sedangkan saya menjagokan Jerman...! Dan kami pun mulai berdebat tentang jagoan masing-masing.
Hari-hari pun berlalu, persahabatan kami tetap berlangsung sampai akhirnya kami harus berpisah lagi setelah tamat sekolah menengah atas. Dan kami benar-benar terpisah oleh jarak yang cukup jauh, karena Rika akan kuliah di Fakultas Geologi - Universitas Pajajaran - Bandung, Jawa Barat, sementara saya kuliah di Fakultas Teknik Pertambangan - Universitas Sriwijaya, Sumatera Selatan. Jadilah kami saling surat-menyurat, ketika Gunung Galunggung meletus di Jawa Barat, Rika bercerita bagaimna gelapnya kota Bandung akibat debu gunung selama berhari-hari. Jalan, rumah, semua tempat diselimuti debu gunung. Dan saya pun bercanda, apakah dia juga diselimuti debu gunung? Berbulan-bulan surat-menyurat, kemudian semakin lama semakin sedikit surat dan hilang - berhenti. Entah mungkin karena terlalu sibuk, semakin lama tugas kuliah semakin banyak. Dan saya tidak tahu, kalau ternyata Rika masuk anggota tim WANADRI yaitu kelompok mahasiswa pecinta alam, pendaki gunung dari Universitas Pajajaran, dengan kegiatan yang sangat aktif. Saya sendiri juga masuk dalam tim pecinta alam Fakultas Teknik Pertambangan, Universitas Sriwijaya. Tetapi kegiatan saya dalam tim tidak seaktif Rika. Karena saya tidak ingin terlalu sering meninggalkan kuliah.
Pantas saja, Rika jadi jarang menulis surat bahkan akhirnya tidak sama sekali. Sampai akhirnya, kedua orang tuanya bertemu ibu saya di rumah sakit dan mengatakan jika Rika telah meninggal diterjang arus banjir bandang, ketika sedang membuka jalur baru pendakian di Gunung Leuseur - Propinsi Nangroe Aceh Darussalam. Saya pun terkejut bukan alang kepalang. Tidak menyangka sama sekali, teman karib saya telah pergi begitu cepat. Setelah ada kesempatan saya pun mampir ke rumah orang tuanya, mereka terlihat sangat sedih dan terpukul. Selama dua hari mereka mencari Rika dan berharap masih hidup. Ternyata tubuhnya ditemukan telah kaku, di permukaan Sungai Alas sekitar 2 km dari tempat kejadian. Kemudian saya diperlihatkan juga foto-foto ketika Rika mendaki Gunung Jayawijaya dan memetik setangkai edelweiss...Ya, edelweiss, bunga gunung...Selamat Jalan Rika, beristirahatlah dengan tenang...dan saya tetap mengenangmu dengan Max - Max Havelaar...dan saya, Minke..!

MAX HAVELAAR - Multatuli


Max Havelaar adalah buku yang ditulis Multatuli. Buku ini diterbitkan pertama kali pada 15 Mei 1860 oelh penernit De Ryter di Amsterdam, Belanda. Multatuli yang berarti “saya sudah banyak menderita”, merupakan nama pena dari Eduard Douwes Dekker, seorang pegawai di kantor Pemerintah kolonial Belanda di Hindia Belanda.

Douwes Dekker tiba di Batavia (sekarang Jakarta) pada 1839 saat berusia 19 tahun. Pada Januari 1856, ia kemudian pindah ke Rangkas Bitung, sebuah desa kecil di Lebak, Banten. Di desa kecil ini, Douwes Dekker melihat warga hidup dalam kemiskinan, dieksploitasi, dan ditindas. Mereka tidak hanya melayani pemerintah kolonial Belanda yang menerapkan sistem tanam paksa, tetapi juga tuan-tuan pribumi yang secara tradisional menjadi raja mereka. Dari desa kecil inilah kisah Max Havelaar bermula.

Melalui tokoh Max Havelaar, Eduard Douwes Dekker yang asli orang Belanda, bertutur tentang kondisi pribumi yang miskin dan tertindas di bawah pemerintahan kolonial Belanda. Munculnya Max Havelaar menimbulkan gelombang rasa bersalah kolektif pada diri orang Belanda. Mereka menjadi sadar. Karya ini juga menimbulkan perdebatan sengit di parlemen Belanda. Sejarah kemudian mencatat buku ini menjadi salah satu pemicu berakhirnya sistem tanam paksa di Hindia Belanda dan dimulainya politik etis dengan pembangunan sekolah-sekolah bagi penduduk pribumi.

Max Havelaar bukan saja karya sastra yang disajikan dengan satire, lucu serta memuat nilai-nilai humanisme dan etika yang abadi. Pencapaian di sisi estetika dan etika inilah yang membuat Max Havelaar bertahan, bahkan terus menempati posisi puncak dalam daftar karya sastra Belanda hingga kini. Nilai humanisme dan etika dalam Max Havelaar menjadi sumber inspirasi bagi gerakan social lain yang muncul jauh setelah diterbitkannya Max Havelaar.




Pada tahun 1900, Max Havelaar dan Multatuli menjadi bahan bacaan penting bagi gerakan reformasi, vegetarian dan gerakan sosialis yang mulai mencuat. Gerakan perempuan yang muncul pada tahun 1920 jua, menjadikan buku ini sebagai sumber bacaan penting, termasuk R.A Kartini. Gerakan humanis yang muncul pasca-Perang Dunia II di Belanda juga dipengaruhi buku ini

Hingga 150 tahun sejak diterbitkan pertama kali, Max Havelaar tetap menjadi sumber inspirasi. Kini Max Havelaar tidak hanya merujuk pada judul sebuah karya sastra, tetapi juga menjadi nama museum, nama jalan, hingga merek rpoduk kopi dan teh... Dengan semua itu Max Havelaar tetap hidup hingga kini di Belanda dan masih selalu ditengok masyarakat Belanda hingga kini yang membutuhkan panduan dalam menyikapi keberadaan imigran dari Afrika dan Amerika Selatan yang ada di Belanda. Buku ini juga menjadi buku bacaan Kartini.

Jumat, 07 Mei 2010

Mengenang Kembali Ibu Kartini

Kartini-Pejuang Emansipasi Wanita Indonesia
hari ini, 21 April, semua rakyat indonesia merayakan 'Hari Kartini'. Momen ini memang sangat spesial terutama bagi kaum wanita Indonesia. Kartini adalah manusia biasa tetapi dengan semangat ingin maju yang sangat luar biasa, sehingga membuatnya sebagai wanita istimewa di bumi Indonesia. Karena dia-lah pelopor kebangkitan wanita Indonesia.
Raden Adjeng Kartini atau sebenarnya lebih tepat disebut Raden Ayu Kartini, lahir di Jepara, Jawa Tengah, 21 April 1879 dan meninggal di Rembang, Jawa Tengah, 17 September 1904 pada umur 25 tahun, ketika melahirkan anak pertama.
R. A Kartini adalah seseorang dari kalangan priyayi atau kelas bangsawan Jawa, putri Raden Mas Adipati Ario Sosroningrat, bupati Jepara. Ia adalah putri dari istri pertama, tetapi bukan istri utama. Ibunya bernama M.A. Ngasirah, putri dari Nyai Haji Siti Aminah dan Kyai Haji Madirono, seorang guru agama di Telukawur, Jepara.Ayah Kartini pada mulanya adalah seorang wedana di Mayong. Peraturan kolonial waktu itu mengharuskan seorang bupati ber-isterikan seorang bangsawan. Karena M.A. Ngasirah bukanlah bangsawan tinggi, maka ayahnya menikah lagi dengan Raden Adjeng Woerjan (Moerjam), keturunan langsung Raja Madura. Setelah perkawinan itu, maka ayah Kartini diangkat menjadi bupati di Jepara menggantikan kedudukan ayah kandungnya (ayah-dari ayah Kartini).


Kartini adalah anak ke-5 dari 11 bersaudara kandung dan tiri. Dari kesemua saudara sekandung, Kartini adalah anak perempuan tertua. Kakak Kartini, Sosrokartono, adalah seorang yang pintar dalam bidang bahasa. Sampai usia 12 tahun, Kartini diperbolehkan bersekolah di ELS (Europese Lagere School). Di sini antara lain Kartini belajar bahasa Belanda. Tetapi setelah usia 12 tahun, ia harus tinggal di rumah karena sudah bisa dipingit.
Karena Kartini bisa berbahasa Belanda, maka di rumah ia mulai belajar sendiri dan menulis surat kepada teman-teman korespondensi yang berasal dari Belanda. Salah satunya adalah Rosa Abendanon yang banyak mendukungnya. Dari buku-buku, koran, dan majalah Eropa, Kartini tertarik pada kemajuan berpikir perempuan Eropa. Timbul keinginannya untuk memajukan perempuan pribumi, karena ia melihat bahwa perempuan pribumi berada pada status sosial yang rendah.

Dari surat-suratnya tampak Kartini membaca apa saja dengan penuh perhatian. Termasuk buku "Max Havelaar", karya Multatulli (Edward Douwes Dekker). Perhatiannya tidak hanya semata-mata soal emansipasi wanita, tapi juga masalah sosial umum. Kartini melihat perjuangan wanita agar memperoleh kebebasan, otonomi dan persamaan hukum sebagai bagian dari gerakan yang lebih luas.
Pada surat-surat Kartini tertulis pemikiran-pemikirannya tentang kondisi sosial saat itu, terutama tentang kondisi perempuan pribumi. Sebagian besar surat-suratnya berisi keluhan dan gugatan khususnya menyangkut budaya di Jawa yang dipandang sebagai penghambat kemajuan perempuan. Dia ingin wanita memiliki kebebasan menuntut ilmu dan belajar. Kartini menulis ide dan cita-citanya, seperti tertulis: Zelf-ontwikkeling dan Zelf-onderricht, Zelf- vertrouwen dan Zelf-werkzaamheid dan juga Solidariteit. Semua itu atas dasar Religieusiteit, Wijsheid en Schoonheid (yaitu Ketuhanan, Kebijaksanaan dan Keindahan), ditambah dengan Humanitarianisme (peri kemanusiaan) dan Nasionalisme (cinta tanah air).

Surat-surat Kartini juga berisi harapannya untuk memperoleh pertolongan dari luar. Pada perkenalan dengan Estelle "Stella" Zeehandelaar, Kartini mengungkap keinginan untuk menjadi seperti kaum muda Eropa. Ia menggambarkan penderitaan perempuan Jawa akibat kungkungan adat, yaitu tidak bisa bebas duduk di bangku sekolah, harus dipingit, dinikahkan dengan laki-laki yang tak dikenal, dan harus bersedia dimadu.

Pandangan-pandangan kritis lain yang diungkapkan Kartini dalam surat-suratnya adalah kritik terhadap agamanya. Ia mempertanyakan mengapa kitab suci harus dilafalkan dan dihafalkan tanpa diwajibkan untuk dipahami. Ia mengungkapkan tentang pandangan bahwa dunia akan lebih damai jika tidak ada agama yang sering menjadi alasan manusia untuk berselisih, terpisah, dan saling menyakiti. "...Agama harus menjaga kita daripada berbuat dosa, tetapi berapa banyaknya dosa diperbuat orang atas nama agama itu..." Kartini mempertanyakan tentang agama yang dijadikan pembenaran bagi kaum laki-laki untuk berpoligami. Bagi Kartini, lengkap sudah penderitaan perempuan Jawa yang dunianya hanya sebatas tembok rumah.

Pada pertengahan tahun 1903 saat berusia sekitar 24 tahun, niat untuk melanjutkan studi menjadi guru di Betawi pun pupus. Dalam sebuah surat kepada Nyonya Abendanon, Kartini mengungkap tidak berniat lagi karena ia sudah akan menikah. "...Singkat dan pendek saja, bahwa saya tiada hendak mempergunakan kesempatan itu lagi, karena saya sudah akan kawin..." Padahal saat itu pihak departemen pengajaran Belanda sudah membuka pintu kesempatan bagi Kartini dan Rukmini untuk belajar di Betawi.
Oleh orangtuanya, Kartini disuruh menikah dengan bupati Rembang, K.R.M. Adipati Ario Singgih Djojo Adhiningrat, yang sudah pernah memiliki tiga istri. Kartini menikah pada tanggal 12 November 1903. Suaminya mengerti keinginan Kartini dan Kartini diberi kebebasan dan didukung mendirikan sekolah wanita di sebelah timur pintu gerbang kompleks kantor kabupaten Rembang, atau di sebuah bangunan yang kini digunakan sebagai Gedung Pramuka. Anak pertama dan sekaligus terakhirnya, RM Soesalit, lahir pada tanggal 13 September 1904. Beberapa hari kemudian, 17 September 1904, Kartini meninggal pada usia 25 tahun. Kartini dimakamkan di Desa Bulu, Kecamatan Bulu, Rembang.

Setelah Kartini wafat, Mr. J.H. Abendanon mengumpulkan dan membukukan surat-surat yang pernah dikirimkan R.A Kartini pada teman-temannya di Eropa. Abendanon saat itu menjabat sebagai Menteri Kebudayaan, Agama, dan Kerajinan Hindia Belanda. Buku itu diberi judul Door Duisternis tot Licht yang artinya "Habis Gelap Terbitlah Terang". Buku kumpulan surat Kartini ini diterbitkan pada 1911. Buku ini dicetak sebanyak lima kali, dan pada cetakan terakhir terdapat tambahan surat Kartini.
Terbitnya surat-surat Kartini, seorang perempuan pribumi, sangat menarik perhatian masyarakat Belanda, dan pemikiran-pemikiran Kartini mulai mengubah pandangan masyarakat Belanda terhadap perempuan pribumi di Jawa. Pemikiran-pemikiran Kartini yang tertuang dalam surat-suratnya juga menjadi inspirasi bagi tokoh-tokoh kebangkitan nasional Indonesia, antara lain W.R. Soepratman yang menciptakan lagu berjudul Ibu Kita Kartini.

Puisi hari ini : Katakanlah


Katamu :
Katakanlah kebenaran itu sekali pun pahit,
dari pada kebohongan yang manis,
………
baiklah :
aku berbohong ketika ku-katakan bahwa aku laki-laki
karena sesungguhnya aku wanita,
aku berbohong ketika ku-katakan aku tahu segalanya
karena sesungguhnya aku tidak tahu apa-apa,
aku berbohong ketika ku-katakan aku menyelam hingga dasar samudra
karena sesungguhnya aku tak pandai berenang,
aku berbohong ketika ku-katakan aku telah mendaki sampai puncak dunia,
karena sesungguhnya aku takut ketinggian,
aku berbohong ketika ku-katakan perasaanku biasa-biasa saja
karena sesungguhnya aku sangat gelisah,

tetapi apakah aku berbohong
ketika ku-katakan aku sangat menyayangi-mu?

Tetapi apakah aku berbohong
Ketika ku-katakan bahwa aku juga telah kehilangan-mu?
…….
…….

Kamis, 06 Mei 2010

Wah, Ini Lukisan Aslinya!

Lukisannya Leonardo Da Vinci




Lukisannya Rembrant

Selasa, 04 Mei 2010

Eh, Ada Lukisan dari Sayuran Ju Duoqi - Mirip Lukisan Aslinya!

The Raft of Lotus Roots


Potato Napoleon


Marilyn Monroe


Monalisa



The Anatomy



Liberty


The Last Supper