
Insiden memalukan menimpa parlemen Ukraina. Di tengah suatu rapat, sejumlah anggota parlemen terlibat adu jotos. Suasana sudah sangat semrawut setelah ruang sidang dilempari dengan bom asap dan telur mentah.
Tawuran itu berlangsung dalam rapat Selasa, 27 April 2010, saat parlemen membahas rancangan undang-undang (RUU) yang memungkinkan tetangga Ukraina, Rusia, memperpanjang sewa lahan yang dijadikan pangkalan angkatan laut Rusia hingga 2042. Sebagai imbalan, Ukraina mendapat pasokan gas alam dengan harga yang murah dari Rusia.
Namun, kesepakatan itu mendapat penolakan dari sejumlah anggota parlemen Ukraina yang pro-Barat. Mereka merasa kesepakatan itu menunjukkan bahwa Ukraina masih takut dengan Rusia - yang dulu memerintah negara mereka dengan bendera Uni Soviet.
Maka, sebagai perlawanan atas kesepakatan itu, para anggota kubu nasionalis melakukan tindakan konyol. Mereka melempari Ketua Parlemen, Volodymyr Lytvyn, dengan beberapa butir telur ketika akan membuka sidang.
Sidang tetap berlangsung kendati Lytvyn memimpin di balik dua buah payung yang disediakan para pengawal sebagai tameng dari lemparan telur. Para oposan tidak mau menyerah, mereka langsung membentangkan bendera Ukraina di atas deretan kursi, pertanda mereka tidak sudi ikut pemungutan suara (abstain) untuk mengesahkan RUU baru.
Baru berjalan tujuh menit, sidang kemudian diganggu oleh lemparan bom asap oleh wakil rakyat yang tidak bertanggungjawab. Suasana sidang pun kacau karena kemudian berlanjut dengan aksi baku hantam dari kedua kubu.
Pertempuran itu langsung menjadi sorotan para juru foto dan kru kamera televisi yang meliput sidang. Kelompok oposisi mengaku bahwa seorang wakil mereka terpaksa dilarikan ke rumah sakit akibat tawuran itu.
Setali tiga uang dengan anggota parlemen kita...Wah,wah!

Tidak ada komentar:
Posting Komentar