Benedikt Auer, mahasiswa teknik Jerman, terpaksa tidur di lantai bandara Internasional Benito Juarez, Mexico City. Dia gelisah dan stress karena penerbangan dari kota itu ke Jerman belum dibuka. Hari Jum’at tesis sarjanany harus ditandatangani. Jika tidak, dia harus mengulang satu semester lagi. Berbicara tentang Jerman, kita harus tepat waktu, dan bencana ini benar-benar mimpi buruk!
Nasib Andrew dan Debbie Jackman, warga Inggris, tidak jauh beda. Ketika hendak kembali dari liburan bersama dua putranya di Australia, mereka mendapati penerbangan Qantas dari Sydney ke Inggris dibatalkan, Jum’at. Mereka terpaksa kembali ke hotel, mengeluarkan uang 150 Australian $ atau setara 138 US $ untuk biaya hotel semalam lagi sambil menunggu penerbangan esok hari. Qantas kemudian membatalkan lagi penerbangan Sydney – Inggris hari Sabtu. Andrew dan keluarganya kembali ke hotel, tetapi tariff hotel sudah 350 Australian $. Andrew dan Debbie terpukul, untuk bisa ke Australia saja mereka harus menabung selama dua tahun lebih.
Francois Bronche, ahli filsafat dan sastra dari Nimes, Perancis, juga gelisah ketika pesawat yang membawanya pulang dari Narita, Jepang belum juga beroperasi. Padahal uang ditangannya tinggal tersisa 30.000 yen atau setara dengan 30 US$.
Wisatawan lain, Tom Napier, warga AS, mencemaskan gajinya hilang. Ia tertahan di bandara Oslo, mengatakan jika gajinya bisa dipotong atau mungkin hilang. Guru sejarah ini sudah alpa tujuh hari tidak mengajar.
Laga Liga Champion yang diwarnai abu vulkanik, ternyata juga memberikan keuntungan tersendiri bagi Inter Milan, setelah tim lawan harus bersusah payah menempuh perjalanan darat selama lebih kurang 15 jam.
Kisah sedih lainnya, akibat abu vulkanik Eslandia yang mengganggu penerbangan ke dan dari Eropa juga dialami ribuan penumpang lainnya dari berbagai belahan dunia, di berbagai negara. Di bandara, mereka hanya bertahan dengan makan biskuit, kerupuk serta air mineral. Ada juga yang sampai jatuh sakit.
Hmmm…ya, bencana…kita tidak pernah tahu kapan akan muncul…Dan kalau muncul, benar-benar kita tak berdaya…hanya bisa pasrah, akan apa yang akan terjadi selanjutnya…!!

abu vulkanik berbahaya bagi penerbangan

Tidur di Bandara

Tidak ada komentar:
Posting Komentar